Waspadai Gejala Kanker Usus Mirip Wasir

Kanker usus besar memiliki gejala yang mirip dengan wasir. Salah satu cirinya adalah keluarnya darah saat buang air besar (BAB) dan kebanyakan orang akan mengira bahwa itu adalah gejala wasir. Faktanya, terdapat beberapa penyakit memiliki gejala yang sama. Masalahnya, kesamaan gejala ini banyak diremehkan oleh banyak orang dan ternyata merupakan gejala penyakit lain yang jauh lebih serius.

Dokter bedah saluran pencernaan dari RSCM, Ibrahim Basir mengatakan bahwa pendarahan saat BAB juga merupakan gejala awal dari kanker usus besar. Oleh karena itu, ia menghimbau agar seseorang tak terburu-buru menjalani terapi wasir ketika menemukan darah di tinja. Jika muncul gejala tersebut, sebaiknya langsung pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Metode yang digunakan adalah colok dubur. Colok dubur adalah metode yang digunakan oleh dokter untuk menentukan ada tidaknya benjolan yang mengarah pada tumor di bagian kolon atau rektum. Metode ini dapat mendeteksi 60 persen kasus kanker usus besar.

Perbedaan Gejala Kanker Usus Besar dengan Wasir

Gejala Kanker Usus Besar

gejala-kanker-usus

  1. BAB berdarah

Keluarnya darah saat BAB. Darah yang keluar bersama kotoran, akan membuat warna dari kotoran cenderung lebih gelap karena tercampur darah.

  1. Benjolan kecil di dubur

Adanya benjolan atau ulkus pada dubur cukup besar dan mirip dengan lubang. Besar kemungkinan ini adalah tanda dari adanya kanker usus besar.

  1. Usia penderita kanker usus besar

Kanker usus besar biasanya terjadi pada seseorang yang berusia 40-60 tahun.

Gejala Wasir

  1. BAB berdarah

Keluarnya darah saat BAB. Darah yang keluar bersama kotoran, biasanya berupa darah segar.

  1. Benjolan kecil di dubur

Adanya benjolan kecil di dubur.

  1. Usia penderita wasir

Penderita wasir bisa berasal dari berbagai kalangan usia, baik itu yang masih muda atau yang sudah tua.

Penyebab Kanker Usus Besar

  1. Memiliki keluarga dengan riwayat kanker usus besar

Kondisi kanker dapat diturunkan dalam suatu keluarga karena faktor genetik, terpengaruh faktor lingkungan atau interaksi antar keduanya. Meskipun sebagian besar penderita tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini, namun dengan adanya riwayat keluarga akan meningkatkan risiko sebesar 20 persen terkena kanker usus besar.

  1. Usia lanjut

Kanker usus besar biasanya terjadi pada seseorang yang berusia 40-60 tahun. Kanker membutuhkan waktu untuk berkembang dari sel yang tidak normal, sehingga dalam banyak kasus, beberapa orang akan terdiagnosis mengalami kanker pada usia lanjut.

  1. Pola makan yang buruk

Pola makan ini termasuk konsumsi makanan berlemak seperti daging merah dan daging olahan secara berlebihan. Tak hanya itu, metode memasak yang tidak tepat juga dapat memicu terjadinya kanker usus.

  1. Kurang aktivitas fisik

Orang yang malas gerak, tidak suka olahraga dan cenderung menjalani gaya hidup yang tidak sehat tentu lebih bersiko mengalami kanker usus besar dibandingkan mereka yang rajin atau rutin melakukan aktivitas fisik.

  1. Mengonsumsi minuman alkohol

 Mengonsumsi segala jenis minuman beralkohol terlalu banyak akan meningkatkan risiko terkena kanker usus besar. Membatasi atau bahkan menghindari sama sekali konsumsi minuman alkohol akan menurunkan risiko terkena kanker usus besar.

Setelah mengetahui perbedaan gejala wasir dengan kanker usus besar, diharapkan masyarakat tidak lagi meremehkan gejala keluarnya darah saat BAB. Bisa jadi, gejala tersebut bukanlah wasir yang seperti dikira, namun bisa jadi gejala kanker usus besar.

 

 

 

 

 

1 Comment

  • audi Posted October 12, 2018 8:33 am

    waaaahh… kalau tidak waspada bisa salah kira nih.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Style switcher RESET
Body styles
Color scheme
Background pattern
Background image