Penyebab, Gejala dan Pencegahan Fisura Ani

Fisura ani adalah sobekan kecil pada jaringan lembab tipis yang melapisi anus sehingga menimbulkan rasa nyeri saat buang air besar. Kondisi ini umumnya timbul karena dipicu oleh tinja berukuran besar dan keras saat buang air besar. Tinja yang keras dan berukuran besar tersebut dapat mengikis dinding anus yang menyebabkan rasa sakit, perdarahan, dan ketegangan pada otot yang berfungsi membuka dan menutup lubang anus (otot sfingter ani). Ketegangan pada otot sfingter ani tersebut dapat mengurangi suplai darah ke saluran anus, sehingga penyembuhan luka menjadi lambat.

Faktor Penyebab Fisura Ani

  • Feses besar dan keras saat buang air besar.
  • Diare Kronis.
  • Sering mengedan saat buang air besar.
  • Inflamasi pada area anorektal.
  • Penyakit Chron’s atau penyakit inflamasi usus lainnya.

Fisura ani umumnya tidak menyebabkan masalah serius. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai usia, bahkan pada orang sehat. Keadaan ini cukup umum dan menjadi sekitar 15% kasus yang ditangani dokter spesialis usus dan saluran pembuangan (kolorektal).

Gejala Fisura Ani

  • Bercak darah merah pada tisu setelah buang air besar atau tetesan di WC. Darah merah segar dari fisura terpisah dari feses.
  • Nyeri, kadang parah, selama atau setelah buang air besar.
  • Gatal atau iritasi di sekitar anus.
  • Terlihat retak pada kulit di sekitar anus.
  • Benjolan kecil atau skin tag pada kulit di sekitar fisura ani.

Pencegahan Fisura Ani

  • Konsumsi makanan kaya serat pada pola makan setiap hari, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan dan gandum utuh.
  • Minum banyak cairan. Cairan dapat membantu mencegah konstipasi.
  • Olahraga dengan rutin. Berolahraga membantu buang air besar dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh yang dapat mempercepat pemulihan fisura ani.
  • Hindari mengejan saat buang air besar. Mengejan menyebabkan tekanan, yang dapat membuka robekan yang sedang dalam pemulihan atau menyebabkan robekan baru.
  • Atur jadwal untuk buang air besar setiap harinya.

Fisura ani dapat bersifat jangka pendek atau berkepanjangan. Kasus jangka pendek biasanya dapat sembuh dalam beberapa hari. Sedangkan, fisura kronis tidak sembuh dalam waktu 8 sampai 12 minggu dan biasanya perlu perawatan lebih lanjut.

Seseorang yang telah sembuh dari fisura ani bisa saja kambuh di kemudian hari. Selain itu pada beberapa kasus, robekan di sekitar otot anus dapat melebar atau berlanjut menjadi kronis. Jika kondisi-kondisi tersebut terjadi, konsultasikan kembali kepada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Style switcher RESET
Body styles
Color scheme
Background pattern
Background image