Manfaat Madu Bagi Penderita Diare

Diare adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum balita dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya. Diare dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

Gejala Diare

  • Feses lembek dan cair
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Haus terus menerus
  • Demam
  • Dehidrasi
  • Darah pada feses
  • Feses yang dihasilkan banyak
  • Terus menerus ke toilet

Penyebab Diare

  • Infeksi bakteri

Bakteri seperti shigella, salmonella, dan escherichia coli dapat menginfeksi tubuh yang dapat menyebabkan diare. Bakteri penyebab diare tersebut biasanya menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi serta kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Jadi, seseorang  bisa terinfeksi bakteri penyebab diare saat mengonsumsi makanan yang diolah secara secara tidak higienis oleh orang yang sedang sakit diare.

  • Infeksi Virus

Beberapa infeksi virus dapat menyebabkan diare dan muntah, misalnya infeksi virus rotavirus dan norovirus. Kelompok virus tersebut sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya. Penggunaan peralatan makan serta mengonsumsi minuman dan makanan yang terkontaminasi bisa menyebabkan terinfeksi virus tersebut. Bahkan, orang yang terinfeksi dan tidak memunculkan gejala apa pun juga dapat menularkan virus tersebut.

  • Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan terjadi ketika tubuh tidak bisa mencerna jenis makanan tertentu. Makanan yang tidak bisa dicerna inilah yang menyebabkan mual, diare, kram, kembung, dan lain sebagainya. Biasanya, kondisi ini terjadi dalam kurun waktu 30 menit hingga dua jam setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Intoleransi makanan bisa karena tidak memiliki enzim khusus yang bisa mengurangi makanan tersebut atau karena ada kondisi kesehatan tertentu. Intoleransi yang cukup banyak dialami yaitu intoleransi laktosa (gula alami pada produk susu) atau intoleransi gluten (protein alami pada gandum dan produk olahannya).

Salah satu cara mengobati diare adalah dengan mengonsumsi madu. Kandungan gizi madu memiliki kalori rendah namun kaya nutrisi. Hasil studi di Universitas Diponegoro dan Rumah Sakit Karyadi Semarang, Jawa Tengah, mengonsumsi madu terbukti menurunkan frekuensi diare pada hari ke 2, 4 dan 5. Khasiat lainnya mengonsumsi madu saat diare dapat memperpendek waktu perawatan serta memberi kesembuhan 50% yang terjadi pada hari ke-3.

Manfaat Madu untuk Pengobatan Diare

  1. Membunuh Bakteri Penyebab Diare

Madu terbukti dapat membunuh berbagai bakteri termasuk E.coli, yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan yang berujung pada penyakit diare atau muntaber. Dr. Paulus H. S. Kwakman dari Akademi Medical Center, Amsterdam, Belanda membuktikan bahwa madu dapat melumpuhkan bakteri E.coli dalam waktu 24 jam.

  1. Meningkatkan Bakteri Baik

Meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan dan menghambat bakteri yang merugikan. Madu membantu pertumbuhan bakteri bifido yang mampu untuk menjaga kesehatan pencernaan. Mencegah pertumbuhan bakteri yang merugikan seperti Helicobacter Pylori yang menyebabkan luka pada lambung.

  1. Menghindarkan Dehidrasi

Madu dapat membantu penyerapan elektrolit dan air, serta dapat menghambat bakteri E. Coli yang menyebabkan diare. Elektrolit dan air yang mudah terserap akan menghindarkan dari pederita diare dari bahaya dehidrasi.

  1. Menyerap Cairan Feses

Membantu mengurangi cairan berlebihan pada kotoran sehingga feses yang dikeluarkan tidak dalam bentuk cair. Semakin padat fesesnya maka diare bisa dikatakan sembuh.

 

 

 

 

 

 

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Style switcher RESET
Body styles
Color scheme
Background pattern
Background image