Larangan Minum Susu Saat Diare

Terdapat sebuah mitos yang beredar di masyarakat Indonesia, ketika diare konsumsi susu tidak diperbolehkan. Alasannya, minum susu saat diare dapat memperparah diare tersebut. Benarkah demikian?  Diare adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam sehari.

Di negara berkembang, diare merupakan penyebab kematian paling umum yang menimpa balita dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya. Penyakit diare ini, juga merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data informasi profil kesehatan Indonesia tahun 2017 dari Kemenkes RI, jumlah kasus diare seluruh Indonesia adalah sekitar 7 juta dan paling banyak terjadi di provinsi Jawa Barat dengan 1,2 juta kasus.

Hubungan Susu Dengan Diare

  1. Memperburuk Diare

Bakteri bisa saja tumbuh dalam susu khususnya yang tidak melewati proses pemanasan makanan( pasteurisasi). Sehingga, bakteri campylobacter jejuni pemicu campylobakteriosis sebagai gejala diare, membuat susu sebaiknya tidak dikonsumsi selama diare khususnya untuk jenis susu yang tidak di pasteurisasi.

  1. Intoleransi Laktosa Sekunder

Pada saat diare, saluran cerna akan mengalami intoleransi laktosa sekunder. Ini adalah ketidakmampuan usus untuk mencerna laktosa (gula dalam susu) akibat adanya kondisi tertentu di saluran cerna. Misalnya, infeksi kuman pasca operasi usus dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan, saluran cerna akan lebih sensitif terhadap laktosa dalam produk susu, sehingga dapat memperburuk kondisi diare yang ada.

  1. Meningkatkan Kerja Usus

Saat sedang diare, maka usus juga sedang dalam keadaan yang lemah sehingga tidak bisa menghasilkan tekstur feses seperti dalam keadaan normal. Saat susu dikonsumsi selama diare, maka kandungan lemak dan juga asam dalam susu akan semakin memperberat kerja usus dan diare. Nantinya, diare akan bertambah parah sehingga sebaiknya dihindari untuk diminum.

  1. Meningkatkan Produksi Gas

Pemberian susu saat diare juga dapat meningkatkan produksi gas dalam usus. Keadaan ini akan menimbulkan sensasi begah, kembung, dan semakin membuat tidak nyaman.Tidak hanya susu, sebaiknya selama sedang mengalami diare berbagai produk olahan susu seperti keju juga dihindari.

Makanan yang Dianjurkan Saat Diare

  1. Makanan Berkuah

Ketika mengalami diare, cobalah mengonsumsi cairan melalui makanan yang berkuah. Contoh makan berkuah yang bisa dikonsumsi saat diare antara lain, seperti sup ayam hangat, sup tomat, atau sayur bayam.

  1. Makanan Berkarbohidrat Tinggi

Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, seperti bubur dengan menggunakan nasi puti bukan nasi merah. Nasi merah mengandung gas sehingga kurang baik untuk dikonsumsi saat diare. Selain bubur, konsumsi juga buah pisang atau buah apel yang dihaluskan.

  1. Sayuran yang Tidak Mengandung Gas

Saat diare kita dianjurkan untuk makan sayuran, guna memberi dan mengisi ulang nutrisi-nutrisi penting yang hilang saat buang air besar berlebih. Beberapa contoh sayuran yang aman dan baik dikonsumsi saat diare adalah wortel, kacang hijau, buah bit, dan zucchini.

  1. Konsumsi Cairan yang Tepat

Diare akan meningkatkan kehilangan cairan dan ion tubuh. Jika hal ini tidak diatasi, Anda bisa mengalami dehidrasi yang akan memperburuk diare. Salah satu penanganan saat diare adalah menjaga kecukupan cairan dan ion tubuh. Ini penting karena tubuh kehilangan cairan dan ion melalui keringat dan buang air besar berlebihan.

1 Comment

  • Bunda Queen Posted October 11, 2018 2:58 am

    Berguna sekali artikelnya .. Trims

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Style switcher RESET
Body styles
Color scheme
Background pattern
Background image