Cangkok Feses untuk Atasi Diare

Pernahkan mendengar cangkok feses? Mungkin terdengar menjijikan ataupun aneh. Namun, ternyata feses yang dikeluarkan oleh manusia dapat dimanfaatkan sebagai obat diare. Pencangkokan feses ini bukan fesesnya yang diambil melainkan sampel mikroba yang terdapat dalam feses tersebut. Pada umumnya, feses bisa mengandung sebanyak 40 persen mikroba. Ketika mikroba ini dicangkokkan ke saluran pencernaan, koloni ini dapat mulai mengakrabkan diri dengan ekosistem baru dan berkembang biak demi pencernaan yang lebih sehat.

Infeksi C. diff muncul ketika keseimbangan bakteri dalam usus menjadi berantakan setelah terlalu lama/keseringan mengonsumsi antibiotik. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang bisa membunuh ekosistem bakteri baik bersama dengan bakteri jahat. Kehilangan koloni bakteri baik artinya saluran pencernaan kini tak lagi memiliki pertahanan terhadap serangan bakteri berbahaya.

Terdapat 25.000 orang di Amerika Serikat mendapatkan infeksi C. diff setiap tahunnya dan 14 ribu kasus ini berakhir dengan kematian. Resistensi C. diff terhadap antibiotik berpotensi mengancam nyawa karena komplikasinya menyebabkan pasien mengalami episode diare sangat parah, yang sering diikuti dengan kram perut parah dan kadang-kadang demam, yang tahan pengobatan dan dapat melubangi usus dan menempatkan pasien pada risiko sepsis.

Cara Cangkok Feses

Dokter akan mengambil sidik jari genetik dari bakteri di usus sebelah kiri setelah seseorang menderita sakit akibat C-diff selama 8 bulan. Setelah itu dokter akan melakukan transplantasi feses yang mengandung bakteri baik. Kondisi ini tidak hanya menghilangkan bakteri akibat C-diff tapi juga dapat memulihkan kondisi usus.

Terdapat sebuah teori yang menyebutkan, bahwa transplantasi eses fmemungkinkan penerima donor menerima asupan koloni bakteri sehat untuk meregenerasi ekosistem ususnya sendiri. Ini kemudian dapat memperkuat usus seseorang terhadap infeksi kambuhan di masa depan dan menghentikan C. diff untuk bisa terus menjajah ekosistem usus.

Namun, tidak sembarangan orang dapat melakukan donor feses. Orang itu harus dipastikan tidak memiliki penyakit seperti hepatitis, HIV atau parasit di ususnya. Pendonor biasanya berasal dari kerabat dekat pasien yang terinfeksi C-diff.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Style switcher RESET
Body styles
Color scheme
Background pattern
Background image