Artikel


 
 

Wasir yang Terabaikan Picu Nyeri dan Anemia


Last Update : 2017-10-26

Wasir yang Terabaikan Picu Nyeri dan Anemia

MEDIA INDONESIA - Diperkirakan sebanyak 50% dari populasi yang berumur 50 tahun ke atas menderita wasir atau ambeien derajat sedang hingga berat. Pada kasus yang berat, perdarahan lebih mungkin terjadi, terutama saat buang air besar. Perdarahan itu mengakibatkan masalah kesehatan lain berupa nyeri dan anemia. Dokter spesialis bedah dari Klinik Rumah Wasir, Jakarta, dr Firdaus SpB menjelaskan wasir adalah pelebaran pembuluh darah vena yang ada di daerah anus. Kondisi itu muncul akibat peningkatan tekanan berulang atau terus-menerus pada pembuluh darah tersebut karena konstipasi, kebiasaan mengejan saat buang air besar, kelebihan berat badan, serta kehamilan.



Nyeri sering muncul saat penderita wasir duduk atau saat buang air besar. Itu terjadi terutama pada penderita wasir derajat sedang hingga berat yang disertai perdarahan. Atau pada penderita wasir internal (wasir yang terjadi di pembuluh darah vena bagian dalam anus yang mengalami prolaps atau keluarnya sebagian jaringan wasir ke luar anus) dan prolaps tersebut terjepit di sfingter (cincin otot di sekeliling anus) setelah buang air besar. "Jepitan inilah yang kemudian menimbulkan sensasi nyeri karena aliran darah terhenti," jelas Firdaus di Jakarta, kemarin.



Adanya infeksi, lanjutnya, juga dapat menimbulkan nyeri yang cukup hebat, terlebih jika infeksi tersebut menyebabkan pembentukan nanah. Anemia, terang Firdaus, terjadi saat perdarahan terus-menerus dan terjadi dalam waktu yang lama. Adanya anemia menambah kompleksitas pengobatan wasir. Dokter tak hanya memberikan terapi wasir, tetapi juga menangani anemia. Biaya pengobatan pun menjadi lebih besar. "Adanya anemia merupakan salah satu indikasi pasien untuk segera melakukan pembedahan guna mengatasi wasirnya," tambah Firdaus.



Terapi

Memulai pola hidup sehat dengan banyak minum air putih, 6–8 gelas per hari, serta memperbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah-buahan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memperbaiki wasir. "Untuk obat-obatan, biasanya dokter akan memberikan obat penghilang rasa nyeri, obat pencahar untuk mengatasi sembelit, pemberian pil anus (supositoria) untuk mengurangi iritasi, serta antibiotik bila terjadi infeksi," papar Firdaus.



Namun, untuk wasir tahap lanjut, derajat 3 dan 4 atau kasus yang gagal diterapi dengan obat-obatan, penanganan harus dilakukan dengan pembedahan. Saat ini, ada beberapa teknik pembedahan yang dilakukan dokter. Antara lain pembedahan konvensional, bipolar electrocoagulation, rubber band ligation, stapler, biological electrical impedance auto-measurement (BEIM), dan laser. "Teknik BEIM memiliki beberapa keuntungan, seperti jaringan luka langsung ditutup dengan panas yang dihasilkan dari alat sehingga perdarahan sangat sedikit. Risiko terjadinya infeksi dapat dikurangi. Nyeri pascatindakan juga dapat diminimalkan," jelas Firdaus.



SUMBER : http://www.mediaindonesia.com/news/read/128817/wasir-yang-terabaikan-picu-nyeri-dan-anemia/2017-10-24






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang