Artikel


 
 

Terkadang Stress Berdampak Positif


Last Update : 2014-10-30

Terkadang Stress Berdampak Positif

Sebenarnya stress tidak selamanya menjadi momok buruk bagi seseorang. Walaupun, kebanyakan stress akan berdampak buruk bagi siapapun dan pada usia berapapun. Bagian tubuh yang merespon saat stress adalah sistem saraf simpatetik yang bertanggung jawab pada turun naiknya sikap.

Pertama, mari kita bahas terlebih dahulu dampak positif ketika kita merasakan stress. Karena stress merupakan respon kita terhadap kejadian, tak jarang stress membuat kita lari dari masalah dengan lebih giat bekerja. 

Pada orang tertentu, stress membuat dirinya ingin menunjukkan kalau ia bisa tetap hebat dan tidak ingin terjebak dalam keterpurukkan. Biasanya orang tipe ini adalah orang yang tidak mendetail dan tidak hiperbola terhadap problem. Ketika stress dan ia tahu kalau masalah yang dihadapinya tak mudah, ia lebih memilih bekerja untuk mengalihkan perhatian. Di sini, stress jadi pengalih perhatian.

Sayangnya, tidak banyak orang yang menjadikan kerja atau bersikap produktif sebagai pelarian dari stress. Wajar saja jika lebih banyak dampak negatif stress yang terjadi terhadap masyarakat di berbagai belahan dunia. Dampak negatif stress tentu saja berlawanan dengan dampak positifnya.

Biasanya dampak negatif terjadi pada orang yang berpikir mendetail, perfeksionis, dan hiperbola terhadap problem. Alih-alih bersikap produktif, ia cenderung tidak dapat bekerja malah terpuruh dalam stress itu sendiri. Pada akhirnya, tidak jarang orang tersebut kualitas hidupnya menurun. Bahkan, ada yang cenderung nekat melakukan hal-hal tidak benar.

Melihat dua dampak stress, Anda sekalian harus benar-benar lebih menggabungkan pemikiran logika dan hati nurani dalam menghadapi masalah. Alangkah baik bila kita memandang segala sesuatu secara positivisme. Dengan demikian, bersikap produktif jadi pilihan kala stress melanda.






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang