Artikel


 
 

Radiofrekuensi Teknologi Baru Atasi Wasir dengan Efektivitas Terapi Capai 90% Tanpa Luka Bakar


Last Update : 2018-05-15

Radiofrekuensi Teknologi Baru Atasi Wasir dengan Efektivitas Terapi Capai 90% Tanpa Luka Bakar

Ketersediaan beberapa modalitas terapi untuk mengatasi hemoroid, atau yang masyarakat kenal sebagai wasir. Baik terapi non bedah atau terapi bedah, terdapat beberapa pilihan pengobatan seperti diantaranya skleroterapi, rubber band ligation, cryosurgery, infrared photocoagulation, saat ini terdapat modalitas terapi anyar yang dikatakan cukup menjanjikan untuk mengatasi wasir menahun, yaitu radiofrekuensi.



Wasir merupakan masalah kesehatan terkait anus/ rectum yang paling banyak terjadi di pusat layanan kesehatan seperti klinik dan rumah sakit. Penyakit ini menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan di daerah rectum. Menyerang baik pria maupun wanita, dan lebih besar prevalensinya pada kelompok usia remaja dan orang tua. Meski dapat juga terjadi pada usia anak-anak.



Karena banyak sekali etiologi yang mendasari terjadinya penyakit wasir, bahkan dikatakan sangat komplek. Sampai saat ini belum ada satu modalitas terapi apapun yang secara efektif terbukti mampu mengatasi wasir secara tuntas.  



Radiofrekuensi



Prinsip utama radiosurgery dalam hal ini radiofrekuensi ablasi  adalah memanfaatkan gelombang radio berfrekuensi tinggi atau sekitar 4.0 Mhz, kemudian dihantarkan melalui sebuah elektroda microfiber. Sehingga tidak menimbulkan rasa panas pada jaringan yang diberi perlakukan radiofrekuensi. Lebih lanjut elektroda radiofrekuensi akan memberikan penguapan jaringan sehingga terjadi hemostatis yang signifikan tanpa sedikitpun mengakibatkan luka bakar pada jaringan. Dan yang paling penting, teknologi radiofrekuensi akan mengkontrol dan enimimalisasikan kerusakan jaringan dengan pemanfaatan gelombang radiofrekuensi tinggi.



Pada pasien dengan wasir internal, dimana didalamnya banyak melibatkan pembuluh darah. Dari beberapa penelitian yang ada, perlakukan tindakan radiofrekuensi koagulasi, mungkin membutuhkan adanya fiksasi bantalan anus.



Dalam sebuah penelitian di India, yang dilakukan pada bulan Juli 1999 hingga Agustus 2000, untuk mengetahui efektivitas radiofrekuensi untuk mengatasi wasir. Dimana penelitian ini dilakukan pada 210 pasien, laki-laki dan perempuan dengan rata-rata usia 39 tahun.



Hasilnya, sebanyak 60% partisipan memiliki perbaikan yang signifikan. Bahkan langsung dapat bekerja secara normal setelah 48 jam pasca terapi. Dari 210 pasien yang ikut serta dalam penelitian ini, hanya 18 yang mengalami perdarahan dan rasa nyeri. Nyeri dapat berkurang setelah pasien mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit. 1 pasien melaporkan dirinya mengalami gangguan fungsi berkemih, namun pasien tersebut sudah dalam usia cukjup lanjut yaitu 74 tahun. Komplikasi yang paling ditakutkan berupa sepsis, tidak ditemukan pada pasien.



Follow-up selanjutnya dilakukan setelah 3 bulan. Hanya 2 pasien yang masih mengalami perdarahan. Dan kemudian dilakukan pengulangan tindakan radiofrekuensi dan hasilnya cukup baik. Hasil pemeriksaan proctoscopy menunjukan hasil koagulasi radiofrekuansi yang baik, pada sekitar 203 pasien. dan tanpa ada lagi keluhan berupa nyeri atau ketidaknyamanan seperti yang dialami pasien wasir sebelum melakukan terapi ini.



Dalam penelitian ini, sebanyak 84% pasien merasa puas dengan teknologi radiofrekuensi. dan mengakui gejala yang sebelumnya dialami seperti perdarahan, nyeri dan gatal sudah hilang. Buang air besar juga nyaman, terjadi peningkatan kualitas hidup pasien secara lebih baik dari sebelumnya. Dalam pemeriksaan menggunakan anuskopi didapatkan hasil yang baik, hingga 89%.






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang