Artikel


 
 

Diagnosis dan Terapi Fistula Ani


Last Update : 2018-03-13

Diagnosis  dan Terapi Fistula Ani

Ketika seorang dokter menduga Anda mengalami fistula ani atau anal fistula, dokter akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan Anda dan diikuti dengan pemeriksaan fisik. Terkadang fistula pada anus dapat dengan mudah terlihat, tapi suatu saat ia juga bisa menutup dengan sendirinya tanpa terlihat dan kemudian terbuka kembali. Dokter akan memeriksa secara teliti kondisi sekitar anus pasien dan mungkin akan menempatkan jarinya disekitar anus anda untuk melihat tanda dan gejala sepeti perdarahan atau keluarnya cairan dari sekitar anus melalui lubang fistula.



Dalam keadaan tertentu, dokter mungkin akan merujuk atau berkonsultasi dengan rekan sejawat terutama dokter spesialis lain untuk dilakukan pemeriksaan pencitraan menggunakan X-ray atau CT-scan. Terkadang pasien juga diminta melakukan kolonoskopi. Kolonoskopi dilakukan untuk melihat kondisi di dalam anus menggunakan kamera kecil, kolonoskopi tak hanya melihat kondisi anus tetapi dapat masuk hingga ke dalam saluran pencernaan, saat tindakan kolonoskopi dilakukan anda mungkin akan diberikan obat penenang atau dalam kondisi tertidur.



Sampai saat ini belum ada obat yang mampu mengatasi fistula ani, jalan satu-satunya untuk mengatasinya adalah dengan pembedahan. Pembedahan dapat dilakukan di klinik, tanpa harus melakukan rawat inap di rumah sakit.



Pada kondisi fistula yang sederhana atau ringan, dimana lubang fistula yang muncul tidak terlalu dekat dengan anus, dokter akan memotong kulit dan juga otot disekitar lubang fistula, pemotongan ini dapat menggunakan teknologi BEIM (Biological Electrical Impedance Auto-Measurement). Seluruh lubang fistula akan dibersihkan untuk mencegah kekambuhan, atau infeksi berulang. Dokter selanjutnya akan menutup kembali lubang tersebut.



Tindakan ini dilakukan dalam waktu 30-60 menit. Paska tindakan pasien bisa langsung pulang. Pemulihan paska tindakan pembedahan fistula mungkin membutuhkan waktu 1 bulan hingga benar-benar normal. Selama masa pemulihan, pasien harus benar-benar menjaga pola makannya untuk mencegah terjadinya konstipasi. Namun paska tindakan operasi Anda bisa langsung beraktivitas.



Pada kondisi fitula yang berat, sebelum pembedahan dilakukan dokter akan melakukan pemasangan seton – berupa selang kedalam lubang fistula untuk mengeluarkan cairan infeksi, sebelum tindakan operasi. Pemasangan seton dilakukan selama kurang lebih 6 minggu.






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang