Artikel


 
 

Terapi Abses Perianal


Last Update : 2018-03-05

Terapi Abses Perianal

Drainase merupakan salah satu tindakan penting yang dapat dilakukan dokter sebelum abses pecah, dengan tujuan mengeluarkan abses/ nanah.



Drainase umumnya dilakukan dengan pembiusan lokal dan dapat dilakukan dokter di klinik dan tanpa melakukan rawat inap. Namun dalam beberapa kasus, drainase abses perianal mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit/ rawat inap dan dilakukan dengan bantuan penata anestesi. Sebuah sayatan kecil dibuat tepat diatas area keluarnya abses. Untuk memperpendek fistula, sayatan harus dilakukan sedekat mungkin dengan anus, tetapi tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan pasien.



Setelah prosedur drainase dilakukan pasien mungkin mendapatkan obat penghilang rasa sakit dan antibiotik. Ini diberikan untuk menghilangkan rasa tidak nyaman pada pasien paksa tindakan drainase dilakukan, pasien juga mungkin membutuhkan istirahat di rumah dalam beberapa hari paska tindakan drainase dilakukan.



Berendam dengan air hangat, pada lokasi dilakukan drainase umumnya dapat mengurangi gejala nyeri paska tindakan yang dialami pasien. Pasien juga disarankan dokter mengkonsumsi obat untuk memperlancar buang air besar, untuk mempermudah proses buang air besar.



Meski pembedahan dan drainase abses perianal terbukti bermanfaat dan memiliki efikasi yang cukup baik untuk mengatasi penyakit ini, risiko komplikasi mungkin dapat terjadi pada pasien, komplikasi paska pembedahan yang mungkin terjadi, diantaranya; infeksi, anal fisure, abses berulang, dan jaringan parut. Setidaknya dua minggu setelah tindakan drainase, pasien diminta datang untuk melakukan kontrol untuk melihat kemungkinan terjadinya fistula.






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang