Artikel


 
 

Gejala Dan Diagnosis Abses Perianal


Last Update : 2018-02-27

Gejala Dan Diagnosis Abses Perianal

Abses perianal sering dikaitkan dengan rasa sakit yang konstan/ terus menerus, berdenyut dan menjadi lebih parah ketika pasien duduk. Selain itu terjadi iritasi disekitar anus pasien, yang diikuti dengan pembengkakan, kemerahan dan akan terasa nyeri jika ada tekanan. Umumnya disekitar anus pasien akan mengeluarkan nanah, tak jarang pasien juga akan mengalami konstipasi dengan nyeri saat buang air besar. Disisi lain abses perianal internal, yang tidak dapat dilihat secara kasat mata oleh pasien atau dokter akan disertai beberapa gejala, seperti demam,  dan rasa tidak nyaman di anus.



Untuk mendiagnosa abses perianal seorang dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan meliputi, pemeriksaan klinis pasien, termasuk juga pemeriksaan anus secara digital. Dari data yang ada 30% pasien dengan abses perianal sebelumnya melaporkan kondisi yang sama, dan kemudian sembuh dengan sendirinya atau dengan bantuan intervensi medis.



Dari data yang ada, kejadian abses perianal lebih banyak ketika musim panas. Usia yang paling banyak terjadi antara 30 - 49 tahun, namun pada usia balita angkanya juga lumayan besar, karena dikaitkan dengan kebersihan anus. Namun pada bayi cenderung ringan sehingga tidak memerlukan pembedahan. Pria lebih sering mengalami abses perianal di bandingkan wanita dengan perbandingan 3 : 1.



Meski angka kematian akibat abses perianal kecil, angka kekambuhan kondisi ini mencapai 10%, jika sebelumnya tidak mendapatkan terapi pembedahan. Paksa terapi pembedahan kekambuhan abses perianal bisa dibilang sangat kecil hanya berkisar 1,5%. Ini menunjukan pembedahan memiliki efektivitas yang baik dalam mengatasi abses perianal.






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang