Artikel


 
 

Mengenal Alat Pemeriksaan Jantung Terkini


Last Update : 2018-01-30

Mengenal Alat Pemeriksaan Jantung Terkini

Selain beberapa pemeriksaan jantung yang sudah sering kita dengar namanya, terdapat beberapa pemeriksaan lain yang dapat dilakukan pada pasien, seperti diantaranya radionuclide ventriculography atau Multiple-Gated Acquisition Scanning (MUGA). Teknologi ini merupakan pemeriksaan jantung yang menggunakan radioaktif dan kamera khusus untuk mengambil foto jantung saat memompa darah  (pencitraan nuklir). Pemeriksaan dapat dilakukan dengan pasien diam atau beristirahat, berolahraga, atau keduanya. Pemeriksaan bertujuan untuk mengukur fraksi ejeksi, yaitu jumlah darah yang dipompa keluar dari jantung saat ia berkontraksi atau berdetak.



Untuk pemeriksaan dalam posisi istirahat, sebaiknya hindari minuman yang mengandung alkohol atau kafein beberapa jam sebelumnya. Misalnya kopi, teh, atau minuman ringan. Untuk pemeriksaan dengan excercise, hindari makan atau minum selain air putih selama 4 jam sebelum pemeriksaan. Kenakan pakaian dan sepatu yang nyaman. Dokter juga mungkin akan melakukan sedikit perubahan pada obat-obatan yang diminum.



Sebelum pemeriksaan, dilakukan pemasangan elektroda pada dada, tangan dan kaki untuk perekaman EKG. Kemudian dilakukan pemasangan infus untuk menyuntikkan zat radioaktif (radionuklid) ke dalam pembuluh darah. Zat radioaktif yang disuntikkan ke pembuluh darah akan berikatan dengan sel darah merah. Kemudian kamera gamma yang terhubung ke komputer akan mendeteksi lokasi zat ini pada ventrikel jantung dan mengambil foto setiap kali jantung berdetak. Pemeriksaan dapat berlangsung antara satu sampai dua jam.



Dengan pemeriksaan ini, dapat diketahui jika ada bagian jantung yang tidak berkontraksi dengan normal, misalnya akibat serangan jantung. Kemampuan jantung dalam memompa darah juga dapat diketahui, ini terutama untuk mendeteksi gagal jantung. Selain itu, pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam menentukan jenis dan tingkat olahraga yang cocok untuk pasiennya. Kegunaan lainnya adalah menentukan efek obat kemoterapi yang dapat merusak otot jantung.



Radionuklid tidak menimbulkan efek jangka panjang dan umumnya bersifat aman. Zat ini akan disingkirkan dari tubuh melalui urin dalam waktu 24 jam. Oleh karena itu, dianjurkan untuk minum banyak air setelah pemeriksaan dilakukan. Pemeriksaan ini tidak boleh dilakukan pada wanita hamil dan menyusui.



Kateterisasi dan Angiografi Jantung



Kateterisasi dan angiografi adalah pemeriksaan dengan memasukkan selang kecil ke dalam jantung untuk mengevaluasi anatomi dan fungsi dari jantung dan pembuluh darah di sekitarnya. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi berharga bagi pasien yang hendak menjalani prosedur bypass, angioplasti dan pemasangan stent.



Kateterisasi dan angiografi dilakukan di ruangan khusus. Sebelum pemeriksaan, dilakukan pemberian obat bius lokal, kemudian selang kateter diselipkan ke dalam pembuluh darah di pangkal paha, lengan, atau leher. Terkadang, kateter yang disisipkan dapat lebih dari satu tempat. Kateter kemudian diarahkan menuju jantung. Setelah mencapai jantung, kateter dapat diarahkan ke berbagai lokasi di jantung dan tekanan di dalam berbagai ruangan jantung juga dapat diukur. Selain itu, sejumlah sampel darah dari berbagai lokasi untuk mengukur kadar oksigennya. Terakhir, zat warna atau kontras dimasukkan melalui kateter sambil dilakukan rontgen secara cepat dan berseri, sehingga dapat terlihat gambaran aliran darah melalui bilik-bilik jantung, atau pembuluh darah yang melingkupi jantung. Inilah yang disebut dengan angiografi. Setelah prosedur selesai, kateter akan dikeluarkan dan dilakukan penekanan pada daerah kateterisasi selama 30-60 menit.



Kateterisasi dan angiografi memberikan informasi vital mengenai fungsi jantung secara keseluruhan. Mulai dari fungsi bilik dan katup jantung, mendeteksi dan menilai kelainan jantung bawaan, serta lokasi dan beratnya sumbatan di pembuluh darah koroner yang memberi suplai darah bagi otot jantung.



Kateterisasi dapat sekaligus dimanfaatkan untuk mengatasi masalah jantung. Misalnya prosedur untuk melebarkan katup jantung yang menyempit, menutup defek pada sekat jantung, dan prosedur untuk mengatasi sumbatan arteri koroner (angioplasti dan pemasangan stent).



Kateterisasi dan angiografi relatif aman, namun karena ia merupakan prosedur invasif, maka dapat terjadi beberapa komplikasi. Prosedur ini hanya dilakukan jika informasi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kepentingan pasien. Komplikasi kecil yang dapat terjadi di antaranya perdarahan ringan pada daerah dimasukkannya kateter, serta gangguan irama jantung dan perubahan tekanan darah sementara. Sedangkan komplikasi berat meliputi perforasi atau robeknya dinding jantung, sumbatan arteri koroner secara mendadak (menyebabkan serangan jantung), perdarahan berat, stroke, atau reaksi alergi terhadap bahan kontras yang dimasukkan saat dilakukannya angiografi.



MRI Jantung



Magnetic resonance imaging (MRI) bekerja memanfaatkan inti atom dari hidrogen yang terdapat di seluruh tubuh, dengan memaparkannya terhadap medan magnet. Respon dari inti atom hidrogen ini kemudian ditangkap dalam bentuk energi radiofrekuensi, yang kemudian dikonversi menjadi gambar. Pasien cukup berbaring diam di atas meja pemeriksaan dan alat akan bekerja dengan dikendalikan oleh operator.



MRI dapat digunakan untuk mendeteksi serangan jantung dengan cepat, meski pada pemeriksaan lain tidak ditemukan kelainan. Alat ini dapat digunakan untuk melihat adanya kelainan pada pembuluh darah koroner dan membedakan antara sumbatan yang stabil dari yang rapuh. Sumbatan yang rapuh dapat runtuh dan menyebabkan serangan jantung mendadak. Ini dimungkinkan dengan hasil gambar yang sangat lengkap, detil dan tepat dibanding alat pemeriksaan jantung lainnya. Berbagai manfaat MRI lainnya untuk pemeriksaan jantung masih terus diteliti dan dikembangkan.



Sayangnya, alat ini dapat mencetuskan klaustrofobia pada orang yang takut di dalam ruangan sempit. Selain itu, pemeriksaan ini tidak sesuai untuk pasien yang sakit berat karena sulit dipantau selama pemeriksaan berlangsung. Ia juga tidak dapat digunakan untuk pasien yang menggunakan alat pacu jantung, defibrilator yang ditanam, serta katup jantung buatan. Gambar hasil MRI dapat terganggu dengan adanya metal. Pemeriksaannya juga sangat mahal.



Jadilah Pasien Cerdas



-          Konsultasi dengan dokter dan minta keterangan sejelas mungkin akan pemeriksaan yang akan dilakukan.



-          Pemeriksaan dimulai dengan yang paling sederhana terlebih dahulu, guna memastikan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.



-          Tanyakan kepada dokter seberapa besar manfaat yang diperoleh dari pemeriksaan tersebut terhadap penentuan diagnosis dan terapi.



-          Adakah kerugian dan efek samping dari pemeriksaan.



-          Persiapan sebelum, selama, dan setelah prosedur berlangsung.



-          Obat, makanan, dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi.






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang