Artikel


 
 

Bayi Anda Tongue Tie, Ini Pilihan Terapinya


Last Update : 2017-11-16

Bayi Anda Tongue Tie, Ini Pilihan Terapinya

Pada saat menyusui, kantung-kantung susu dalam payudara akan mengalir dengan pijatan dari lidah dan tekanan rahang bawah bayi. Lidah akan menjulur menutupi gusi guna mencegah pijatan yang terlalu kuat pada payudara. Gerakan lidah secara teratur akan menjaga aliran susu dengan baik. Selain itu, gerakan lidah juga akan merangsang puting supaya memanjang sehingga tepat menuju kerongkongan dan ASI menjadi mudah ditelan. Umumnya, bayi yang sudah pintar, dapat mengosongkan satu payudara dalam waktu 10-15 menit.



Pada bayi dengan tongue tied, mulut tidak dapat membuka dengan lebar, sehingga tidak dapat menyusu pada payudara dengan sudut yang tepat. Akibatnya, bayi malah dapat menggigit payudara dan menimbulkan luka pada puting ibu. Lidah juga tidak dapat dijulurkan untuk melindungi puting dari gusi bagian bawah. Puting juga tidak dapat memanjang, sehingga aliran ASI tidak sempurna, kadang dapat menyebabkan terjadinya tersedak, infeksi, batuk, atau muntah. Bayi juga menjadi menyusu lebih lama, menyebabkan kelelahan pada ibu maupun bayinya.



Hal-hal tersebut di atas dapat mendorong terhentinya pemberian ASI dan diberikannya susu formula, meski demikian, masalah akan tetap terjadi saat bayi mendapat susu formula. Bahkan gangguan akan mengikuti sampai bayi mulai diberi makanan padat.



Intervensi



Pada tahap awal kehidupan, tongue tie yang mengganggu proses menyusui tentunya memerlukan penanganan yang serius. Tidak jarang, bayi diberikan susu botol lebih awal karena ibu merasa putus asa atau karena dorongan dari orang-orang di sekitarnya.



Jika Anda menduga anak menderita tongue tied, tidak perlu panik. Berkonsultasilah ke dokter. Begitu diagnosis tongue tied ditegakkan, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kelainan struktural yang menyebabkan gangguan. Jika gangguan struktural telah diatasi, berikutnya baru dilakukan latihan untuk memperbaiki fungsi lidah. Misalnya dengan terapi bicara, latihan menyusui dengan konsultan laktasi, atau memperbaiki gigi yang rusak.



Tindakan yang dapat dilakukan dokter pada bayi dengan tongue tied adalah pembedahan. Meski demikian, masih terdapat kontroversi mengenai hal ini. Dokter akan melakukan tindakan hanya jika terdapat gangguan makan atau menyusui, kerusakan pada gigi, atau gangguan bicara. Apalagi jika gangguan bicara tidak dapat diatasi dengan terapi selama bertahun-tahun.



Ada beberapa cara pembedahan yang dapat dilakukan, di antaranya pengguntingan sebagian frenulum (sering juga disebut frenotomy), pembedahan untuk memperbaiki frenulum (frenectomy, frenulectomy, frenuloplasty), perbaikan menggunakan laser, dan perbaikan menggunan elektrokauter. Pembedahan dapat dilakukan tanpa obat bius atau tidak, bergantung pada teknik yang digunakan.



Cara yang paling sering digunakan adalah pengguntingan. Prosesnya tidak semenakutkan yang dibayangkan ibu. Meski demikian, hal ini harus dilakukan oleh ahlinya. Segera setelah pengguntingan, bayi langsung disusukan ke payudara untuk mengurangi perdarahan dan rasa sakit pada bayi, serta memudahkan proses menyusui dan mencegah nyeri pada ibu. Pada prosedur ini tidak diperlukan pembiusan pada bayi.



Pada anak yang lebih dewasa, hal yang tidak boleh dilupakan adalah terapi wicara. Terapi ini terkadang memerlukan waktu panjang, biaya dan usaha yang kadang membuat terapis maupun anak menjadi frustasi. Ini dikarenakan kebiasaan yang telah terbentuk dan adanya kemungkinan tongue tied disertai dengan kelainan pada otot lidah.






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang