Artikel


 
 

Diabetisis, Perhatikan Jumlah, Jadwal dan Jenis Makananmu!


Last Update : 2017-10-24

Diabetisis, Perhatikan Jumlah, Jadwal dan Jenis Makananmu!

Bagi penyandang diabetes tipe 1, penting mengetahui jumlah karbohidrat yang dimakan, karena akan menentukan dosis insulin yang perlu diberikan. Caranya adalah dengan melihat label kadar nutrisi yang tercantum pada produk makanan tersebut.



Pada makanan tanpa label, ada baiknya mengkonsultasikan dengan ahli gizi untuk mengetahui komposisi nutrisi. Ahli gizi juga berperan penting dalam mengembangkan perencanaan makan khusus untuk anak, tentunya berdasarkan makanan yang disukai anak, kebutuhan nutrisi, dan obat yang diberikan. Perencanaan makan ini biasanya mengandung kelompok sejumlah makanan dengan kadar karbohidrat serupa, sehingga makanan anak dapat lebih bervariasi dan tidak membosankan. Demikian juga dengan makanan yang mungkin dijumpai anak saat acara khusus, seperti ulang tahun teman, dan sebagainya.



Selain jenis makanan yang tepat, anak juga perlu diajarkan makan tepat waktu. Pemberian makan dan injeksi insulin pada jadwal yang tepat setiap hari, akan mencegah kemungkinan glukosa darah menjadi tidak terkontrol. Ini dapat menjadi tantangan pada anak yang beranjak remaja, karena umumnya mereka memiliki aktivitas yang lebih padat dan sedang belajar mandiri dalam mengontrol diabetesnya.



Pesta ulang tahun, siapa takut?



Pesta ulang tahun, hari raya, libur kenaikan kelas, tentu tidak jauh dari makan-makan. Untuk acara seperti ini, tidak perlu takut. Persiapkan anak jauh-jauh hari sebelumnya. Untuk kondisi-kondisi seperti ini, kita dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis obat yang memungkinkan anak mengkonsumsi karbohidrat sedikit lebih banyak dari biasanya. Tentunya, pemeriksaan glukosa darah perlu lebih sering dilakukan, dan semangati anak untuk beraktivitas lebih banyak.



Pada saat mengatur pola makan anak dengan diabetes, ada yang disebut dengan rencana makanan penukar. Makanan dibagi menjadi enam kelompok, yaitu pati, buah, susu, lemak, sayur, dan daging. Masing-masing kelompok memiliki porsi sendiri, yang masing-masing jumlahnya memiliki kalori, protein, karbohidrat, dan lemak dengan jumlah serupa, sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan demikian, anak dapat lebih fleksibel merencanakan makanannya dengan mensubtitusi pilihan makanan dari daftar yang ada.



Cara lain adalah dengan memakan jumlah karbohidrat yang sama setiap hari, untuk mempermudah menghitung jumlah insulin yang diperlukan setiap hari. Untuk itu, perlu diketahui bahwa terdapat dua macam karbohidrat, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana bersifat mudah dipecah dan cepat memasuki aliran darah setelah dicerna, misalnya fruktosa, glukosa dan laktosa yang terdapat dalam gula pasir dan buah-buahan. Sedangkan karbohidrat kompleks bersifat dipecah dan dilepaskan ke dalam darah secara perlahan-lahan. Misalnya yang terdapat dalam sayuran berpati, gandum, nasi, roti dan sereal.



Meski demikian, tidak berarti anak tidak boleh memakan karbohidrat sederhana sama sekali, karena buah misalnya, mengandung banyak vitamin dan serat yang dibutuhkan untuk kesehatan anak. Makanan yang mengandung gula tambahan dalam jumlah besar, seperti minuman bersoda, biskuit, kue, permen, minuman jus buah, cenderung memiliki kalori tinggi dan nutrisi rendah. Akibatnya anak dapat mengalami obesitas dan dapat merusak gigi. Untuk itu, makanan dan minuman sejenis ini, hanya boleh dikonsumsi dengan jumlah terbatas.



Perhatikan psikologis anak



Setelah mengetahui cara merencanakan makan anak dengan diabetes, maka kita dapat mengetahui bahwa tidak ada aturan yang ketat dari hari per hari mengenai jumlah dan jenis makanan yang boleh dikonsumsi. Secara psikologis, anak tentu ingin makan makanan sama seperti teman-temannya. Jika tidak, anak tentu akan merasa dirinya berbeda, minder, bahkan mungkin marah. Akibatnya makannya dapat lebih tidak terkontrol, atau anak makan secara diam-diam saat orang tua tidak mengawasi. Ini akan berakibat lebih buruk terhadap kontrol glukosanya.



Dengan mengajari anak perencanaan makanan penukar, hal ini dapat dihindari. Jangan lupa untuk selalu mengingatkan anak untuk mengonsumsi makanan sehat dengan banyak serat dan karbohidrat yang lebih baik untuk kesehatannya sendiri.






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang