Artikel


 
 

Deteksi Dini Kanker Serviks Cara Nyaman


Last Update : 2017-09-28

Deteksi Dini Kanker Serviks Cara Nyaman

Wanita cenderung enggan melakukan deteksi dini kanker serviks karena takut merasa sakit atau malu memperlihatkan organ intim kepada orang asing, hal inilah yang menyebabkan jumlah penderita kanker serviks di Indonesia tetap tinggi.



Hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) tahun 2013, di Indonesia terdapat sekitar 98.692 wanita didiagnosis kanker serviks. Sementara di Amerika Serikat, the American Cancer Society, pada Januari 2017, mendiagnosis sekitar 12.820 kasus baru, dengan 4.210 diantaranya meninggal akibat kanker serviks.



Terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk mendeteksi secara dini kanker serviks, seperti; pap smear, Inspeksi Visual Asetat (IVA) atau yang terbaru dengan cara mengambil sampel cairan serviks sendiri (self-sampling) untuk mengetahui DNA Human Papilloma Virus (HPV).



Tidak bisa dipungkiri, dokter seringkali mengalami kesulitan ketika menganjurkan seorang wanita untuk melakukan pemeriksaan/ skrining (umumnya pap smear) karena ketidaknyamanan pada saat pemeriksaan. Melalui metode self-sampling, wanita dapat melakukan pengambilan sampel cairan serviks sendiri secara pribadi di rumah maupun di klinik, secara nyaman.



Metode self-sampling dilakukan tanpa perlu menggunakan spekulum maupun sikat yang bagi sebagian wanita menyakitkan. Penggunaan self-sampling cukup mudah, pasien bisa membeli kit self-sampling di apotik atau laboratorium, bahkan di luar negri sudah di jual secara online dengan berbagai merk dagang. Setelah mendapatkan kit self-sampling, anda bisa langsung membuka kemasan plastik, pindahkan tabung/ plastik penyimpanan sampel di lokasi yang mudah dijangkau. Jika terdapat penutup tabung, buka terlebih dahulu penutupnya. Ambil swab kit, dari kemasan. Masukan ke liang vagina, hingga menyentuh leher rahim/ serviks. Putar searah jarum jam hingga beberapa putaran. Setelah dirasa cukup masukan swab kit self-sampling kedalam tabung atau plastik penyimpanan. Tutup rapa-rapat dan kirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan DNA.



Perlu diketahui HPV merupakan virus yang menginfeksi area kulit dan organ kelamin. Fakta membuktikan, hampir 100% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV, yang mayoritas ditularkan melalui hubungan seksual. Dalam kondisi ini tes HPV sangat penting untuk deteksi dini kanker serviks karena umumnya penderita tidak sadar dirinya sudah mengidap kanker serviks.



Beberapa negara di dunia telah mengaplikasikan teknologi self-sampling  seperti, Belanda, Finlandia, Italia, Jerman, Malta, Spanyol, Singapura, Malaysia dan Thailand. Belanda, Italia dan Thailand, metode self-sampling  malah sudah dimasukkan ke dalam jaminan kesehatan nasional untuk menurunkan jumlah penderita kanker serviks. (ant)






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang