Artikel


 
 

Hidup Sehat Cegah Wasir


Last Update : 2016-10-21

Hidup Sehat Cegah Wasir

Dikenal dengan sebutan ambeien, wasir menjadi gangguan yang muncul karena pola hidup kurang baik meski juga bisa dipengaruhi faktor keturunan dan usia.



Pengelolaan terhadap gaya hidup menjadi suatu keharusan untuk mencegah penyakit ini. Wasir atau yang lebih dikenal dengan sebutan ambeien, diketahui memiliki pertumbuhan yang cukup signifikan di Tanah Air. Hal ini diperparah dengan pola hidup orang Indonesia yang gemar mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan—salah satu faktor pemicu penyebab timbulnya penyakit yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan hemoroid.



Demikianlah fakta yang terungkap dalam acara konferensi media Rumah Wasir “Rumah Wasir Berbagi - Operasi Wasir Gratis” yang berlangsung di Graha Rumah Sunatan, Jalan Raya Jatiasih, Bekasi, Sabtu (15/10) lalu. Sebagaimana dijelaskan dr Asrul Muhadi SpB, “Wasir menjadi gangguan yang muncul karena pola hidup yang tidak baik meskipun ada beberapa kasus karena keturunan dan usia.” Karena itu, menurut dr Asrul, harus ada pengelolaan terhadap gaya hidup sehari-hari agar penyakit ini tidak mendera.



Walaupun bukan termasuk jenis penyakit mematikan yang ganas, tetap saja wasir merupakan penyakit yang dapat mengganggu konsentrasi dan aktivitas seseorang sehari-harinya. Bahkan, tidak jarang wasir ini menjadi momok yang menakutkan sehingga seseorang tidak bisa menjalani hidupnya dengan baik. Untuk diketahui, wasir adalah keadaan saat terjadinya perlebaran pembuluh darah normal yang terletak di mukosa rektum.



Penyakit ini dibagi menjadi dua klasifikasi, yaitu hemoroid eksterna berupa pelebaran vena subkutan di bawah atau di luar linea dentata . “Untuk hemoroid jenis ini munculnya di bagian luar dinding anus dan tampak secara langsung oleh penderita,” kata dr Asrul. Adapun hemoroid interna, yakni berupa perlebaran vena submukosa di atas linea dentata .



Untuk jenis hemoroid ini, munculnya dari dalam anus, tetapi jika sudah mencapai derajat IV, hemoroid akan selalu keluar dan tidak dapat masuk kembali ke anal/anus meski dimasukkan secara manual dengan bantuan jari penderita. Dokter Asrul juga mengungkapkan beberapa gejala klinis hemoroid yang timbul. Antara lain rasa tidak nyaman, perdarahan, rasa gatal di anus, dan rasa terbakar.



Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka kejadian hemoroid terjadi di seluruh negara dengan persentase 54% mengalami gangguan hemoroid. Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang diperoleh dari rumah sakit di 33 provinsi, terdapat 335 pasien yang menderita hemoroid, baik eksterna maupun interna. Ini jika merujuk dari data Kemenkes 2009. Berkaca dari kenyataan ini, Rumah Wasir mengadakan kegiatan operasi wasir massal.



Dengan pengobatan menggunakan metode BEIM, para pasien wasir tidak perlu dirawat inap dan bisa langsung pulang, waktu pengerjaan juga relatif singkat, hanya 15 menit dan tanpa dijahit,” ujar dr Asrul. Dengan begitu memberikan kemudahan pasien tanpa mengganggu aktivitas pekerjaannya, juga dengan biaya terjangkau.



Kendati sebenarnya penyebab wasir belum jelas, penyakit ini dihubungkan dengan adanya peningkatan tekanan darah dalam pembuluh darah yang berada di anus dan sekitarnya. Peningkatan tekanan darah di area anus dan rektum bisa karena terlalu lama mengejan saat buang air besar. Konstipasi menjadi penyebab utama dari orang mengejan.



Konstipasi yang terjadi biasanya akibat dari kekurangan nutrisi serat di dalam makanan. Beberapa hal yang juga meningkatkan risiko terkena hemoroid sebut saja sering mengangkat benda berat secara rutin, usia semakin tua sehingga membuat penopang jaringan tubuh menjadi semakin lemah, batuk terus menerus, atau sering muntah, kelebihan berat badan, memiliki riwayat kesehatan keluarga yang sakit hemoroid, sering duduk dalam waktu lama, sedang hamil, termasuk sering melakukan hubungan seks melalui anus (anal intercourse ).



Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah; minum banyak air putih, mengurangi konsumsi kafein dan minuman beralkohol, menambah asupan serat di dalam makanan (buah, sayuran, beras merah atau beras cokelat, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh), dan tidak menunda untuk buang air besar. Mengabaikan dorongan untuk buang air besar, bisa membuat tinja keras dan kering hingga memaksa kita harus mengejan saat buang air besar. Berolahraga secara teratur untuk mencegah konstipasi, menurunkan tekanan darah, dan membantu menurunkan berat badan.



sri Noviarni



source : http://www.koran-sindo.com/news.php?r=4&n=7&date=2016-10-21






© copyright 2013 - 2017, Rumah Wasir. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang